We are passionate about transforming your ideas into impactful, secure, and innovative technology solutions.

Social

Prompt Engineering

Tutorial Slash Command Claude Code: Perintah "/" yang Berguna Beserta Tips & Trik

Kuasai slash command Claude Code—perintah "/" seperti /init, /clear, /compact, /plan, hingga /loop—lengkap dengan tips manajemen konteks, otomatisasi headless mode, dan cara membuat perintah kustom sendiri.

By Siberindo··5 min read

Tutorial Slash Command Claude Code: Perintah "/" yang Berguna Beserta Tips & Trik

Claude Code adalah alat coding agentic dari Anthropic yang berjalan di terminal—ia bisa membaca seluruh codebase, mengedit file, dan menjalankan perintah atas nama Anda. Kunci untuk mengendalikannya secara efisien adalah slash command: perintah yang diawali garis miring / dan langsung dieksekusi di dalam sesi. Menguasai segelintir perintah ini akan mengubah cara Anda bekerja, dari sekadar "mengobrol" menjadi mengarahkan agen dengan presisi.

Sebelum masuk ke daftar: Claude Code diperbarui hampir tiap pekan, sehingga nama dan perilaku perintah bisa berubah. Karena itu, aturan emas pertama adalah ketik /help di sesi Anda—inilah satu-satunya sumber kebenaran untuk versi yang sedang Anda pakai. Sebagai catatan, perintah /loop yang sering ditanyakan memang nyata (kita bahas di bawah), tetapi statusnya tergantung versi, jadi tetap verifikasi lewat /help.

Fondasi Singkat untuk Pemula

Claude Code dipasang lewat installer resmi atau via npm, lalu dijalankan dengan mengetik claude di dalam folder proyek untuk membuka sesi interaktif. Beberapa pintasan yang wajib jadi kebiasaan: gunakan @ untuk menyebut file atau folder (misalnya @src/app.ts) alih-alih menempel kode, # untuk menambah catatan memori cepat, Shift+Tab untuk berpindah mode, dan Esc untuk menghentikan respons yang sedang berjalan.

Perintah Bawaan yang Paling Berguna

Dari puluhan perintah bawaan, inilah yang paling sering dipakai sehari-hari:

  1. /init — memindai proyek dan membuat file CLAUDE.md berisi struktur direktori, perintah umum, dan konvensi kode. Jalankan ini pertama kali di setiap repo baru; ia menghemat banyak siklus koreksi karena Claude tidak perlu menebak-nebak konteks proyek setiap sesi.
  2. /memory — membuka editor untuk menyunting CLAUDE.md. Gunakan untuk menambah konvensi tim, catatan arsitektur, atau aturan yang harus selalu diingat Claude.
  3. /clear — memulai percakapan baru dengan konteks kosong. Ini penghemat token terbesar: begitu Anda beralih ke tugas yang tidak berkaitan, bersihkan dulu.
  4. /compact — meringkas percakapan agar hemat konteks tetapi menjaga kesinambungan. Bisa diberi fokus, misalnya /compact fokus pada bug autentikasi.
  5. /context — memvisualisasikan pemakaian jendela konteks, lengkap dengan saran optimasi.
  6. /plan — masuk ke mode rencana (baca-saja) agar Claude menyusun langkah dulu sebelum mengubah kode. Ideal untuk perubahan besar lintas file.
  7. /code-review dan /security-review — mereview perubahan kode dan memeriksa kerentanan keamanan sebelum Anda merilis.
  8. /model dan /effort — mengganti model dan tingkat penalaran agar sesuai beban tugas, sehingga Anda tidak membayar tarif tertinggi untuk pekerjaan sederhana.
  9. /agents dan /mcp — mengelola subagen dan koneksi server MCP (integrasi ke GitHub, database, dan alat eksternal lainnya).
  10. /resume dan /rewind — melanjutkan sesi lama atau memutar balik ke titik sebelumnya bila terjadi kesalahan.

Tips: nama perintah kadang berubah menjadi alias antar versi. Contohnya, di versi terbaru /cost menjadi alias dari /usage, dan /fork menjadi alias /branch. Sekali lagi, /help adalah pegangan Anda.

Manajemen Konteks: /clear vs /compact

Ini keterampilan paling berdampak. Jendela konteks adalah "memori kerja" Claude yang terbatas; ketika hampir penuh, kualitas jawaban menurun. Aturannya sederhana: gunakan /compact saat Anda ingin melanjutkan pekerjaan yang sama dengan jejak token lebih kecil, dan /clear saat beralih ke tugas yang benar-benar berbeda. Praktik yang disarankan banyak pengguna berpengalaman: lakukan compact sebelum pemakaian konteks melewati sekitar 80%—menunggu sampai penuh menghasilkan ringkasan berkualitas rendah karena Claude sudah bekerja dalam kondisi terdegradasi. Prinsipnya: satu tugas, satu sesi.

/loop dan Otomatisasi Sesungguhnya

Inilah jawaban jujur untuk keinginan "perintah loop". /loop menjalankan sebuah prompt secara berulang pada interval selama sesi Anda tetap terbuka—berguna untuk tugas polling seperti memantau apakah proses build atau deployment sudah selesai. Namun perlu dipahami: ia terikat pada sesi (berhenti saat sesi ditutup) dan bukan pengganti otomatisasi persisten seperti cron atau CI/CD. Untuk perulangan sejati tanpa pengawasan, gunakan:

  1. Headless modeclaude -p "prompt" menjalankan Claude secara non-interaktif, cocok untuk skrip dan pipeline CI/CD. Bahkan bisa dipipa: cat error.log | claude -p "jelaskan error ini".
  2. Hooks — perintah shell yang berjalan otomatis pada event tertentu, misalnya memformat kode dengan Prettier setiap kali file diedit. Hooks bersifat deterministik: selalu berjalan, tidak bergantung pada "ingatan" model.

Membuat Slash Command Sendiri

Cara paling ampuh mempersonalisasi Claude Code adalah membuat perintah sendiri. Cukup buat file Markdown; nama file menjadi nama perintah. Simpan di .claude/commands/ (level proyek, bisa dibagikan lewat git) atau ~/.claude/commands/ (personal, lintas proyek). Untuk argumen, gunakan $ARGUMENTS untuk menangkap seluruh teks, atau $1, $2 untuk argumen posisional.

Contoh isi file .claude/commands/commit.md:

---
description: Buat git commit
allowed-tools: Bash(git add:*), Bash(git commit:*)
---
Status saat ini: !`git status`
Buat commit dengan format Conventional Commits: $ARGUMENTS

Format yang kini direkomendasikan Anthropic adalah Skills (.claude/skills/<nama>/SKILL.md), yang mendukung pemanggilan /nama sekaligus bisa dipanggil otomatis oleh Claude saat relevan. Format .claude/commands/ lama tetap berfungsi. Perlakukan perintah kustom seperti kode: commit ke repo, review di PR, dan bagikan ke tim—ini menjadi "dokumentasi yang bisa dieksekusi".

Tips Penutup

Mulailah setiap proyek dengan /init, gunakan /clear secara agresif antar tugas untuk menghemat token, dan hindari merangkai banyak perintah dalam satu prompt—invokasi berurutan menghasilkan output lebih baik. Jika Anda mendapati diri mengetik prompt yang sama berulang kali, ubah menjadi perintah kustom. Jika butuh berjalan tanpa pengawasan, pindah ke headless mode atau hooks.

Mengadopsi alat AI seperti Claude Code ke dalam alur kerja tim bisa melipatgandakan produktivitas, tetapi perlu diintegrasikan dengan aman ke dalam infrastruktur dan proses Anda. Siberindo membantu organisasi merancang solusi perangkat lunak kustom, infrastruktur TI, dan analitik berbasis AI—termasuk mengadopsi alat pengembangan modern secara aman dan terukur.

Share